Wisata

Sadewa

Durasi: 12 jam

“Membelah kota menuju lautan selatan”

Sebagai kota budaya dan kota dengan sejarah panjang, Jogja memiliki banyak museum dan destinasi budaya. Beberapa museum yang layak dikunjungi antara lain Museum Sonobudoyo, Museum Beteng Vredeburg, Museum Jogja Kembali hingga Museum Dewa Kirti Griya Tamansiswa. Setiap museum menampilkan tema masing-masing yang unik. Namun sebagian besar akan bercerita tentang perjuangan bangsa.

Museum Sonobudoyo memiliki koleksi benda-benda museum yang cukup banyak mulai dari temuan masa purbakala hingga masa kerajaan-kerajaan mataram islam. Pada saat-saat tertentu, mereka akan menggelar pameran pada gedung di dekat kawasan titik nol Jogja. Berbicara tentang kawasan titik nol Jogja adalah kawasan yang tidak boleh dilewatkan bagi mereka yang pertama kali berkunjung ke kota ini. Beberapa bangunan heritage seperti Kantor Pos, Kantor BI, Istana Negara dan Beteng Vredeburg menjadi landmark kawasan ini.

Benteng Vredeburg cukup menarik untuk dikunjungi. Selain bangunannya yang terawat dengan baik dan memiliki keunikan, di tempat ini juga disajikan diorama-diorama perjuangan bangsa. Kejadian-kejadian penting seperti Serangan Umum 1 Maret, pertempuran di Kotabaru, Pengambillan Sumpah Presiden Soekarno hingga rintisan kegiatan kampus UGM diwujudkan dalam diorama yang apik.

Dari kawasan titik nol, berjalan ke selatan sedikit anda akan menemukan pusat kebudayaan di Jogja, yaitu Keraton Yogyakarta. Jika anda ingin mengunjungi Keraton Yogyakarta, sebaiknya anda datang sebelum tengah hari mengingat kompleks tersebut tutup pukul dua siang. Selain itu, jangan sungkan untuk menggunakan jasa pemandu mengingat banyak hal menarik yang bisa ditanyakan kepada pemandu seperti kebiasaan-kebiasaan atau upacara-upacara yang biasa dilakukan oleh keluarga raja. Tidak jauh dari kawasan Keraton, masih terdapat tempat-tempat lain yang menarik seperti kios cendera mata, restoran bernuansa makanan kesukaan raja, alun-alun selatan atau kawasan Taman Sari.

Menutup hari, anda bisa mengejar sunset di kawasan Pantai Parangtritis. Kurang lebih dari pusat kota dapat ditempuh sekitar satu jam kurang. Jika hari belum terlalu petang, anda bisa singgah di Gumuk Pasir menjelang kawasan pantai parangtritis. Konon gundukan-gundukan pasir semacam ini hanya ada dua di dunia. Pada kawasan Gumuk Pasir, beberapa warga membuka persewaan papan seluncur untuk kegiatan sandboarding. Sepertinya terlihat mudah, namun berseluncur dari puncak gumuk pasir itu ternyata tidaklah mudah. Perlu mempertahankan keseimbangan.

Menikmati sunset di Parangtritis anda bisa berdiri di pasir pantai dengan mendengarkan deburan ombak. Atau mungkin, menujulah ke sebelah timur pantai. Di situ ada sebuah perbukitan yang cukup favorit untuk meliha matahari tenggelam. Dari bukit yang disebut Parangendog itu, anda bisa melihat keramaian pantai parangtritis dari ketinggian. Sementara itu, di ujung lautan lepas seakan matahari tenggelam di samudra. Semoga cuaca saat itu cerah, dan anda mendapatkan warna merah senja yang indah.