Wisata

Janaka

Durasi: 12 jam

“Menjelajahi pusat kerajaan yang hilang”

Pernahkah anda berimajinasi, jikalau sebaran temuan kawasan candi  begitu luasnya, bagaimanakah ramainya kota kerajaan Mataram Kuno waktu itu? Perjalanan kali ini anda akan diajak menelusuri sebagian kecil dari karya monumental peradaban masa lampau. Ada banyak candi-candi baik yang bercorak Hindu maupun Buddha berada di wilayah timur Jogja seperti Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Kalasan, Candi Ratu Boko atau Candi Ijo. Beberapa candi secara administrasi masuk wilayah Klaten seperti Candi Plaosan atau Candi Sojiwan. Kawasan Candi Prambanan dan Ratu Boko adalah yang terbesar dan sudah dikelola dengan baik oleh PT Taman Wisata Candi. Anda bisa memilih tiket terusan untuk berkunjung ke Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko.

Mengunjungi candi memang baiknya pada saat pagi, saat masih teduh. Namun jika anda berkenan untuk datang pada siang hari, jangan lupa untuk membawa topi atau payung. Beberapa candi masih digunakan untuk kegiatan keagaman. Oleh karena itu, perlu bagi kita untuk dapat bersikap sopan. Candi-candi itu telah berumur ratusan tahun. Untuk menjaga kelestarian warisan budaya ini, para pengunjung sebaiknya tidak memanjat, menyentuh, menduduki atau hal lain yang bisa merusak batuan candi. Banyak cara asyik lain yang bisa dilakukan di candi seperti berfoto atau mencermati detail relief di Candi.

Relief di Candi Prambanan memiliki cerita utama yang diambil dari kisah Ramayana. Mencermati relief tersebut sungguh menarik. Para leluhur kita memahat tokoh manusia, raksasa, binatang dan ornamen lain secara detail. Anda bisa menggunakan jasa pemandu atau mencari informasi dari sumber di internet terkait dengan cerita dalam tiap panel relief tersebut. Kalaupun tidak, dengan mudah anda sebenarnya bisa mengenali maksud tiap relief seperti mana yang merupakan sosok pangeran atau mana yang merupakan sosok raksasa. Beberapa detail lain juga cukup menarik seperti relief yang menggambarkan bentuk bangunan, buah-buahan, pohon atau binatang yang dianggap penting pada masa itu.

Jika anda merasa terlalu pagi untuk mengunjungi candi dan memerlukan air untuk menyegarkan badan, anda bisa mengunjungi sumber-sumber mata air di wilayah klaten. Sekitar 20 km arah timur laut dari Candi Prambanan, anda bisa menemukan banyak sumber mata air yang dimanfaatkan sebagai wahana wisata tirta. Salah satu yang terkenal adalah Umbul Ponggok di kecamatan Polanharjo. Kondisi air yang sangat jernih, membuat para perenang atau penyelam bisa melihat gerombolan ikan di dalam kolam. Pengelola tempat wisata menyediakan persewaan pelampung dan peralatan selam seperti snorkle. Desa Ponggok ini dulunya adalah desa miskin. Dengan pengolaan dana desa yang baik untuk kegiatan pariwisata tirta, sekarang desa Ponggok cukup sejahtera. Maka tidak heran desa ini juga menjadi tujuan studi banding pengelolaan dana desa maupun BUMDES. Mungkin anda berminat mengembangkan desa atau kampung halaman anda? Anda bisa mencari inspirasi di tempat ini.

Mengakhiri perjalanan hari, anda bisa menikmati peralihan senja dan malam di atas Candi Ijo, Tebing Breksi atau Bukit Bintang. Ketiga tempat tersebut sebenarnya menyajikan suasana yang mirip, “menikmati Jogja dari ketinggian”. Namun ketiganya memiliki cerita yang berbeda. Candi Ijo adalah candi yang berada di tempat paling tinggi di Jogja. Candi ini menghadap ke arah barat dan memiliki beberapa tingkatan. Dari depan candi, anda bisa melihat dari kejauhan landasan pacu Bandara Adisucipto. Anda bisa menguji ketajaman mata dengan melihat adegan pesawat yang landing maupun take off.

Tebing Breksi dan Candi Ijo lokasinya berdekatan. Tebing Breksi adalah sebuah taman yang dulunya adalah bukit batuan breksi yang luas. Oleh warga setempat, batuan tersebut ditambang dan menyisakan bagian yang saat ini bisa dilihat pengunjung. Sebagai upaya pelindungan, kegiatan penambangan dihentikan dan lokasi bukit yang tersisa dijadikan sebagai destinasi wisata. Anda bisa berfoto pada bagian tebing dengan batuan yang dominan warna putih atau pada bagian yang lain yang telah dipahat dengan ornamen tertentu.

Namun, jika hari sudah benar-benar menjelang gelap, sebaiknya anda menikmati suasana malam di kawasan Bukit Bintang. Di tempat ini tersedia deretan warung yang menyajikan aneka makanan. Di tepian tebing Bukit Bintang, anda bisa menikmati lampu-lampu perkotaan Jogja dan sekitarnya yang mulai mengisi hari yang menjadi gelap. Jagung bakar dan secangkir kopi menjadi kawan sambil anda melihat kembali foto-foto yang telah diambil seharian tadi.