Membaca Cerita di Candi Prambanan

Posted at 01 February 2019

Category: Yogyakarta

Tubuh raksasa Wirada yang dikalahkan Rama roboh jatuh. Pergerakan jatuhnya Wirada dipahatkan dalam salah satu panel relief di Candi Siva. Dalam panel tersebut digambarkan sosok Wirada yang masih tegak berdiri, lalu di belakangnya relief Wirada yang mulai miring dan relief sosoknya yang  terjatuh. Dalam satu panel relief tersebut, imajinasi robohnya Wirada digambarkan secara apik, seperti gambar animasi yang bergerak.

Jika anda mengunjungi sebuah candi, misalnya candi Prambanan ini, ada banyak hal menarik yang bisa dicermati pada badan candi itu. Yang jelas, aneka relief menghantarkan sajian cerita atau ornamen-ornamen yang menarik untuk diikuti. Tentu hal ini membutuhkan kesabaran anda dalam memperhatikan hal dengan lebih detail. Pembacaan relief juga menarik saat kita memperhatikan detail gambar. Hiasan para bangsawan atau raksasa, binatang-binatang yg ada pada panel itu, hingga jenis-jenis makanan yg ada dalam beberapa panel. Ada juga satu panel yg menyelipkan beberapa alat-alat musik yang digunakan. Informasi mengenai relief-relief pada candi-candi dapat dengan mudah dicari, baik melalui papan informasi, tulisan yang dibagikan di dunia maya atau informasi dari pemandu wisata.

Sebuah panel lain menyajikan adegan Rama memanah. Anak panah itu meluncur dan mengenai sosok hewan kijang dan di sebelah kanannya sosok raksasa dipahatkan. Ya, itulah adegan sosok Marica, raksasa utusan Rahvana yang menjelma menjadi rusa lalu terkena panah sri Rama. Dalam satu panel, para pemahat itu menyatukan beberapa adegan cerita.

Membaca relief ramayana dilakukan secara pradaksina atau searah jarum jam. Seusai membaca panil pada candi Siva. Pembacaan relief ramayana dilanjutkan di candi Brahma (sebelah kiri candi siva). Sementara itu, pada candi Wisnu relief yang ada diduga berkisah tentang Kresnayana.

Cerita di candi Siva berakhir pada adegan pasukan kera membangun jembatan menuju Alengka. Cerita dipenggal disitu lalu beralih ke candi Brahma, pertarungan di Alengka. Pemenggalan yang apik. Ibarat film-film zaman sekarang, mereka berhasil menciptakan episode-episode. Yang sungguh mengagumkan adalah bagaimana para pemahat itu telah mempertimbangkan adegan-adegan apa yg ada di tiap candi. Candi Brahma berkisah tentang pertempuran di Alengka, kekalahan Rahvana, kembalinya Rama-Sita. Juga, satu cerita yg tidak populer yaitu pembuangan Sita ke hutan dan kembalinya anak-anak Sita yaitu Lawa dan Kusa pada Rama.

Membaca relief Ramayana juga dapat dlm aneka perspektif. Seorang kawan berkomentar betapa kejamnya politik dan kekuasaan. Apakah Rama sungguh jantan saat bersembunyi dan memanah Subali yg tengah bertempur melawan Sugriwa? Seorang kawan lain dgn sebal mengutarakan betapa perempuan tdk berdaya dlm cerita itu. Dan masih banyak lagi cerita, pemaknaan dan diskusi yg bisa digali dari relief-relief di Candi Siva dan Brahma.

Jika anda masih kurang puas dengan penjelajahan Prambanan pada siang hari, kembalilah petang hari untuk menyimak sendratari Ramayana. Terdapat dua panggung yaitu panggung terbuka dan tertutup. Jika anda menyaksikan di panggung terbuka, pementasan akan dilatari dengan kemegahan candi prambanan yang tersorot cahaya di kejauhan. Jadwal dan tema cerita yang dipentaskan dapat dilihat di website PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko.